Search This Blog

Suwungs

Tentang aku

My photo
Yogyakarta, DIY, Indonesia
Lelaki kelahiran Tegal, yang percaya bahwa hujan selalu menawarkan berbagai keromantisan

Search This Blog

AZIZ MUZAYIN. Powered by Blogger.

Terbaru

Sebasa.

 #DearDHA “Sekolah yang pinter, Nak. Biar kelak enggak jadi polisi.” banyak komentar dari kita di sosial media seperti itu. Kemarahan publik...

Translate

Ada begawan yang aku rindukan. Lelaki itu, yang membuat aku harus menulis, lalu aku nikmati tulisanku sendiri di sini. Yang sepi, yang sunyi. Terimakasih Mathari. Alfatihah
"Sampai kapan kita akan seperti ini terus, Mas?". Seorang teman lulusan Kairo-Mesir, membuka percakapan pagi di kantor, cukup mengagetkan sebagai bahan renungan.


Dia, seperti halnya aku, setiap senin subuh, berpamit pada istri, meninggalkan anak yang masih terlelap dalam mimpi. Menyalakan mesin motor, memacunya, menembus dinginnya kabut gunung Slamet. 120 menit berdingin-dingin ria, sampailah di kampus  kami mengajar. Jam 07:00 pagi kami harus sudah di kelas bersama mahasiswa, kami harus disiplin. Lebih tepatnya: kerja seperti ini, mau gak mau wajib ikut aturan disiplin.


Jujur, aku sangat bersyukur dan menikmati pekerjaan ini. Tapi, tubuh manusia, seperti halnya makhluk Allah yang lain, menuju kerusakan. Aku sadar, tidak mungkin aku akan selalu sehat, jika dengan pola hidup-bekerja seperti ini terus menerus, siap atau tidak,dalam jangka pendek atau jangka kedepan tubuhku yang tertanam sifat fana pasti akan segera rusak.


Tuhan, bukan aku tidak bersyukur dengan semua yang Panjenengan anugerahkan ini. Tapi aku tahu, Panjenengan itu dzat yang Maha ndak Teganan. Kabulkan doa ibuku, mustajabkan doa istriku. Dan Rahman Rahimi anak-anakku.

FREE WORLDWIDE SHIPPING

BUY ONLINE - PICK UP AT STORE

ONLINE BOOKING SERVICE