#DearBapak
Memelihara pusaramu saja, aku tak mampu.
Anakmu yg merasa miskin, yg bisa jadi sesungguhnya tidak miskin-miskin amat, aku tak mampu.
Suatu saat, sungguh aku berharap aku bisa bersamamu lagi. Menaiki sepeda bareng lagi. Sepeda kecilku, pemberian mu, yang kaki kecilku belum kuat mengayuh itu, digandeng dengan tanganmu.
Aku ingin jadi ahli ibadah seperti mu. Dunia yang semakin embuh, aku ingin mendengar lelucon-lelucon mu yang sebenarnya kita tahu tidak lucu. Namun kita menertawakan itu.
Sungguh hari-hari ini aku kangen, rindu, dan ingin sekali mengobrol denganmu.
Bapak, memelihara pusaramu saja aku tak mampu.