Search This Blog

Suwungs

Tentang aku

My photo
Yogyakarta, DIY, Indonesia
Lelaki kelahiran Tegal, yang percaya bahwa hujan selalu menawarkan berbagai keromantisan

Search This Blog

AZIZ MUZAYIN. Powered by Blogger.

Terbaru

Sebasa.

 #DearDHA “Sekolah yang pinter, Nak. Biar kelak enggak jadi polisi.” banyak komentar dari kita di sosial media seperti itu. Kemarahan publik...

Translate

Saturday, 21 September 2024

Kumbaroh dan Petuah Anti Kerakusan

#DearDifa

#DearHilwa
#DearAsfar

Arah ideologi dunia yang semakin hari penuh dengan kapitalisme dan narsisme yang tidak ada ujungnya. Saya teringat kisah sufi yang terkenal. Tentang nasihat burung Kumbaroh. Cerita ini saya teringat lagi saat ngaji Ihya online Kiai Ulil Abshar Abdalla.


Ini cerita tentang ketamakan dan kerakusan manusia yang diberi pelajaran oleh burung. Kisah ini berasal dari Imam Sya'bi, ulama besar, perawi hadits.


Syahdan suatu hari. Seorang lelaki mendapati burung. Burung Kumbaroh.
“Apa yang kamu inginkan dariku, wahai pemburu?“, tanya burung.

“Saya ingin memburumu, menyembelihmu, kemudian akan aku makan“.

“Dagingku yang sedikit ini, tidak mungkin bisa menghilangkan kelaparanmu.“

“Begini saja, aku akan memberimu tiga petuah. Petuah bijak tentang kebaikan yang akan lebih bermanfaat dari sekedar memakan dagingku. Petuah pertama, aku akan mengajarkanmu saat kamu bisa menangkapku. Petuah kedua, jika kamu sudah berhasil menangkapku kemudian melepaskanku, dan aku hinggap di ranting pohon itu. Dan petuah ketiga, saat aku sudah terbang menjauhimu, saat aku sudah di atas gunung“. Kata burung Kumbaroh menjelaskan.

Karena tergoda janji petuah-petuah kebaikan Kumbaroh, lelaki tersebut berusaha memburu burung itu sampai berhasil. Dan berhasil. Lelaki itu menagih janji dari Kumbaroh.
“Petuah pertama: jangan sekali² sedih terhadap sesuatu yang telah pergi dan hilang darimu“. Nasihat pertama dari Kumbaroh. Kemudian si pemburu melepaskan burung.

Saat Kumbaroh sudah hinggap di ranting pohon.  “Berikan aku nasihat kebaikan kedua, wahai Kumbaroh“, kata si lelaki. “Jangan mempercayai sesuatu yang tidak mungkin ada di dunia ini, tiba-tiba akan ada“.

Karena sudah diberikan petuah kebaikan kedua. Kumbaroh terbang jauh menuju gunung. Sesuai dengan janji Kumbaroh, si lelaki diberikan kebaikan ketiga:
"Wahai orang celaka. Jika Kamu menyembelih aku, sesungguhnya di dalam tembolokku, terdapat 2 mutiara yang beratnya masing-masing 20 miskol, jika kamu menangkapku, membunuhku, dan menjual 2 mutiara itu, maka kamu akan kaya. (Miskol, volume ukuran berat bangsa Arab dulu. 1 miskol kira-kira 4 gram).

Pemburu menggigit bibir. Hampir menangis. Sangat sedih. Dia baru saja melepaskan kesempatan untuk menjadi seorang kaya raya. Kemudian dia meminta wejangan ketiga.

"Kamu telah melupakan kedua wejanganku. Bukankah engkau sudah saya kasih tahu, nasihat pertama, jangan bersedih terhadap apa saja yang hilang darimu. Nasihat kedua, jangan percaya terhadap apapun yang tidak mungkin ada di dunia ini“.

“Duhai manusia tamak. Bagaimana mungkin, di dalam tembolokku terhadap mutiara. Jika ditotal semua berat tubuhku, bulu-buluku yang tipis. Semua organ yang ada di dalam tubuhku tidak lebih dari 40 miskol!“.

#DearDifa
#DearHilwa
#DearAsfar

Kisah-kisah sufi alur ceritanya kebanyakan tidak realistis. Penuh imajinasi. Tapi bukan alurnya yang kita pelajari. Namun, konten dan hikmahnya yang kita dapati.

Sudahlah. Kita cukup segini saja. Jangan lebih. Jangan terlalu kaya, nanti kita menjadi semena-mena. Kita akan berjuang bersama.

Duhai kalian bertiga, saya tidak mungkin membesarkan kalian dengan balutan harta yang melimpah. Seperti bapakku dulu, saya dibesarkan dengan cerita, puisi, dan sastra.

No comments:

FREE WORLDWIDE SHIPPING

BUY ONLINE - PICK UP AT STORE

ONLINE BOOKING SERVICE