SHELDON J. PLANKTON masih menyimpan mimpinya mendapatkan resep bumbu rahasia krabby patty dari Crabs. Hari itu Bikini Bottom terasa panas. Impian Plankton, lebih tepatnya ambisinya, mengantarkannya untuk menghalalkan segala cara.
Siang terik, Plankton sibuk masak di dapur. Mencampur berbagai bahan makanan. Karen, si "WIFE" akronim dari Wired Integrated Female Electroencephalograph, mendekat.
"Apa yang sedang engkau lakukan, suamiku?"
"Aku sedang memasak untuk ku hidangankan pada Crabs. Aku campurkan DNA Patrick. Agar dia konyol dan bodoh, lalu dia akan dengan senang hati memberikan resep rahasia krabby patty padaku". Plankton terus mengaduk-aduk masakan itu. Mulutnya tertawa.
"Kali ini kau pasti gagal lagi!". Tukas Karen.
Benar apa kata Karen. Saat mengaduk, Plankton yang tubuhnya mungil terkena cipratan olahan makanan yang sudah tercampur DNA Patrick. Dia memakannya! Seketika dia menjadi bodoh. Sialnya lagi olahan makanan itu meletup, meletus. Tersebar ke seluruh penjuru mata angin Bikini Bottom.
Yang diinginkan Plankton tercapai. Tuan Crabs menjadi bodoh. Tidak hanya tuan Crabs, SpongeBob, Squidward, juga Nyonya Pap–ibu guru kursus mengemudi–. Juga seluruh penduduk Bikini Bottom. Semua menjadi bodoh dan konyol. Bikini Bottom menjadi keos. Orang-orang mirip seperti Patrick. Memperagakan segala hal yang lucu, konyol dan tentu saja tidak penting. Di atas kepala setiap orang terdapat benjolan besar. Seperti tonjolan pada kepalanya Patrick.
Kecuali dua penduduk yang tidak akan menjadi bodoh: Karen Plankton, dia komputer. Dan Sandy, dia seekor tupai dari Texas yang sekarang hijrah ke Bikini Bottom. Dia tidak terkena virus karena rumah dan helmnya kedap air.
Melihat situasi Bikini Bottom yang keos. Mereka berdua berpikir keras. Mereka tidak mungkin menemukan 'formula' untuk mengembalikan kondisi normal. Kesepakatan itu terjadi antara Sandy dan Karen: Membuat sekolah!
Setiap pagi, setiap hari. Penduduk berangkat sekolah. Gurunya tentu saja dua penduduk normal di Bikini Bottom. Peserta didik rata-rata pembelajar yang baik. Setiapkali Ibu guru Sandy atau Ibu guru Karen melakukan evaluasi, peserta didik menjawab dengan benar. Setiapkali menjawab pertanyaan dengan benar itulah, tanda benjolan sebagai tanda kebodohan di kepala mereka berangsur mengecil. Kecuali si Plankton pemalas itu.
Tibalah hari kelulusan. Seluruh peserta didik bergembira. Mereka akan mengikuti rangkaian acara wisuda. Namun, ada adegan yang menegangkan. Di sebuah koridor kelas sekolah yang gelap. Plankton si preman sekolah itu sedang membegal resep rahasia krabby patty dari Crabs. Tuan Crabs dengan mimik ketakutan, wajahnya yang bodoh, hampir saja memberikan resep itu. Namun, lampu dinyalakan. Sandy keluar dari ruangan dan memberi tepuk tangan. Ternyata tuan Crabs sedang mendalami pelajaran peran akting saja. Dia berhasil meraih nilai A dari ibu guru Sandy.
Tuan Crabs siswa cerdas. Karakternya sebagai pengusaha tidak mau rugi satu sen pun. Dia akan mengeksplor apa saja yang bisa menjadi tambang dolar. Dia lambang kapitalis.
****
Nah, meski agak kesiangan. Aku ucapkan selamat untuk adik-adikku yang hari ini mulai sekolah. Jadilah manusia cerdas. Jangan menjadi konyol. Jangan mau dibodohi. Kelak, saat sudah lulus sekolah. Kau tumbuh dewasa. Eksplorasi semua hal yang berbau uang. Tidak usah pedulikan alam yang rusak. Semua akan baik-baik saja. Asal anak-anak dan istrimu bisa berbahagia. Jadilah manusia terpelajar yang kapitalis.
Siang terik, Plankton sibuk masak di dapur. Mencampur berbagai bahan makanan. Karen, si "WIFE" akronim dari Wired Integrated Female Electroencephalograph, mendekat.
"Apa yang sedang engkau lakukan, suamiku?"
"Aku sedang memasak untuk ku hidangankan pada Crabs. Aku campurkan DNA Patrick. Agar dia konyol dan bodoh, lalu dia akan dengan senang hati memberikan resep rahasia krabby patty padaku". Plankton terus mengaduk-aduk masakan itu. Mulutnya tertawa.
"Kali ini kau pasti gagal lagi!". Tukas Karen.
Benar apa kata Karen. Saat mengaduk, Plankton yang tubuhnya mungil terkena cipratan olahan makanan yang sudah tercampur DNA Patrick. Dia memakannya! Seketika dia menjadi bodoh. Sialnya lagi olahan makanan itu meletup, meletus. Tersebar ke seluruh penjuru mata angin Bikini Bottom.
Yang diinginkan Plankton tercapai. Tuan Crabs menjadi bodoh. Tidak hanya tuan Crabs, SpongeBob, Squidward, juga Nyonya Pap–ibu guru kursus mengemudi–. Juga seluruh penduduk Bikini Bottom. Semua menjadi bodoh dan konyol. Bikini Bottom menjadi keos. Orang-orang mirip seperti Patrick. Memperagakan segala hal yang lucu, konyol dan tentu saja tidak penting. Di atas kepala setiap orang terdapat benjolan besar. Seperti tonjolan pada kepalanya Patrick.
Kecuali dua penduduk yang tidak akan menjadi bodoh: Karen Plankton, dia komputer. Dan Sandy, dia seekor tupai dari Texas yang sekarang hijrah ke Bikini Bottom. Dia tidak terkena virus karena rumah dan helmnya kedap air.
Melihat situasi Bikini Bottom yang keos. Mereka berdua berpikir keras. Mereka tidak mungkin menemukan 'formula' untuk mengembalikan kondisi normal. Kesepakatan itu terjadi antara Sandy dan Karen: Membuat sekolah!
Setiap pagi, setiap hari. Penduduk berangkat sekolah. Gurunya tentu saja dua penduduk normal di Bikini Bottom. Peserta didik rata-rata pembelajar yang baik. Setiapkali Ibu guru Sandy atau Ibu guru Karen melakukan evaluasi, peserta didik menjawab dengan benar. Setiapkali menjawab pertanyaan dengan benar itulah, tanda benjolan sebagai tanda kebodohan di kepala mereka berangsur mengecil. Kecuali si Plankton pemalas itu.
Tibalah hari kelulusan. Seluruh peserta didik bergembira. Mereka akan mengikuti rangkaian acara wisuda. Namun, ada adegan yang menegangkan. Di sebuah koridor kelas sekolah yang gelap. Plankton si preman sekolah itu sedang membegal resep rahasia krabby patty dari Crabs. Tuan Crabs dengan mimik ketakutan, wajahnya yang bodoh, hampir saja memberikan resep itu. Namun, lampu dinyalakan. Sandy keluar dari ruangan dan memberi tepuk tangan. Ternyata tuan Crabs sedang mendalami pelajaran peran akting saja. Dia berhasil meraih nilai A dari ibu guru Sandy.
Tuan Crabs siswa cerdas. Karakternya sebagai pengusaha tidak mau rugi satu sen pun. Dia akan mengeksplor apa saja yang bisa menjadi tambang dolar. Dia lambang kapitalis.
****
Nah, meski agak kesiangan. Aku ucapkan selamat untuk adik-adikku yang hari ini mulai sekolah. Jadilah manusia cerdas. Jangan menjadi konyol. Jangan mau dibodohi. Kelak, saat sudah lulus sekolah. Kau tumbuh dewasa. Eksplorasi semua hal yang berbau uang. Tidak usah pedulikan alam yang rusak. Semua akan baik-baik saja. Asal anak-anak dan istrimu bisa berbahagia. Jadilah manusia terpelajar yang kapitalis.
