Search This Blog

Suwungs

Tentang aku

My photo
Yogyakarta, DIY, Indonesia
Lelaki kelahiran Tegal, yang percaya bahwa hujan selalu menawarkan berbagai keromantisan

Search This Blog

AZIZ MUZAYIN. Powered by Blogger.

Terbaru

Sebasa.

 #DearDHA “Sekolah yang pinter, Nak. Biar kelak enggak jadi polisi.” banyak komentar dari kita di sosial media seperti itu. Kemarahan publik...

Translate

Saturday, 8 August 2020

Nyanyi

 #DearDifa

Simpan baik-baik nama gadis kecil ini: Ghina Bou Hamdan. Dalam acara The Voice Kids for Arab 2015, ia menyanyikan Atoua Toufuli (Give Us the Chilhood). Ghina, saat itu, hampir tidak bisa menyelesaikan nyanyiannya. Dan banyak orang yang menangis mendengar ia menyanyi. 

.

.

Kau tahu, Nak. Kenapa Ghina dan para pendengar menangis? Mereka rindu nikmat kedamaian. Damai yang seharusnya mereka rasakan sejak kanak-kanak. Lagu ini, mengkisahkan kerinduan seorang bocah Lebanon, Remi Bendali. Dia merasa kegembiraan kanak-kanaknya tercabut karena perang pada tahun 1985. Kala itu, Remi berusia 5 tahun. Lebanon sedang porak poranda akibat perang sekterian. 

.

.

Konon, lagu ini adalah lagu wajib anak-anak di dunia Arab. Lagu yang mereflesikan kerinduan seorang anak akan kedamaian yang hingga hari ini, tanah para nabi itu tak pernah berhenti bergejolak. Tontonlah videonya ini: https://youtu.be/y7KqSrXnpSg

.

.

Pada sore hari tanggal 4 Agustus 2020 pukul 18.08 waktu setempat, terjadi ledakan di Pelabuhan Beirut yang berlokasi di Beirut, Lebanon. Sekitar 137 orang meninggal dunia, 80 orang hilang,dan lebih dari 5.000 orang mengalami luka-luka.

.

.

#DearDifaa, dulu bangsa kita juga mengalami hal yang sama, di atas tanah yang belum dinamai Indonesia. Perang, suasana mencekam. Tidak ada canda tawa anak. Bernyanyilah, Nak. Nyanyianmu akan diperdengarkan banyak orang. Dan akan menghibur Bapakmu ini. 

No comments:

FREE WORLDWIDE SHIPPING

BUY ONLINE - PICK UP AT STORE

ONLINE BOOKING SERVICE