Search This Blog

Suwungs

Tentang aku

My photo
Yogyakarta, DIY, Indonesia
Lelaki kelahiran Tegal, yang percaya bahwa hujan selalu menawarkan berbagai keromantisan

Search This Blog

AZIZ MUZAYIN. Powered by Blogger.

Terbaru

Sebasa.

 #DearDHA “Sekolah yang pinter, Nak. Biar kelak enggak jadi polisi.” banyak komentar dari kita di sosial media seperti itu. Kemarahan publik...

Translate

Tuesday, 9 March 2021

Adakah Nabi Perempuan?

 #DearDifaa


Saya bapakmu, lelaki yang biasa saja. Saya biasa berkongsi dengan Ibumu pekerjaan rumah. Bila ibumu memasak, saya yang bertugas mencuci piring. Jika Ibumu mencuci piring, saya yang mencuci baju. Dan seterusnya. Itu biasa bagi saya. Karena saya ini lelaki yang biasa saja. Dan tugas-tugas yang konon kata kebanyakan orang terlihat feminim semua bisa saya lakukan. Karena bapak saya dulu begitu, karena lelaki asal Jombang yang ku sebut sebagai guru juga melakukan seperti itu. 



Tulisan ini bukan tentang hari perempuan. Mungkin lebih dari itu. Saya ingin membawamu ke perspektif lain, agar kamu bangga menjadi seorang perempuan. Bapakmu akan bahagia.



Suatu ketika, kelak, kau akan mendengar, Kisah nabi laki-laki dijadikan dalih untuk memberikan stereotip kepada perempuan bahwa mereka makhluk lemah, tidak mendapat kepercayaan atau mandat dari Tuhan. Mungkin ini salah satu argumen para Patriarkal dengan mudah memperlakukan istri dan perempuan secara semena-mena.



Rasyid Ridha dalam bukunya Wahyu Ilahi Kepada Muhammad, menerangkan kata 'nabi' secara bahasa. Nabi berasal dari kata Nubuwwah, yaitu Ar-Rif’ah. Asy-Syaraf, yang berarti keagungan, kemuliaan. Dalam bahasa Ibrani kuno, diartikan sebagai : “Yang berbicara tentang perkara keagamaan dengan suara keras”. Sedangkan secara umum kita menerima pemahaman bahwa nabi adalah orang yang menerima wahyu dari Allah.



Kalau kita telisik, ada loh perempuan yang langsung dihibur oleh Allah. Perempuan yang saat itu ketakutan kepada rezim yang kejam. Allah sendiri yang langsung menghiburnya. Perempuan itu adalah Ibu nabi Musa (selangkapnya lihat Alqur'an Surat Alqashash ayat 7). Ini menunjukan kedudukan perempuan itu tinggi sehingga Allah sendiri bahkan yang bercakap-cakap secara langsung layaknya bercakap kepada para kekasihNya.



Amina Wadud Muhsin, secara lebih tajam dalam bukunya berjudul “Wanita di dalam Al-qur’an”, memberikan deskripsi tokoh-tokoh perempuan yang dipercaya Tuhan sebagai nabi. Mereka adalah Ibu Musa, Maryam, Balqis, dan Ratu Sheba. Maryam sendiri di kalangan kaum sufi memiliki kedudukan tertinggi karena kedekatannya dengan Tuhan dalam ketaatan dan melahirkan nabi Isa.


Wadud menulis:


“Alquran menyatakan, Ibu Musa telah menerima wahyu, jadi memperlihatkan bahwa wanita, seperti juga kaum pria bisa saja menerima wahyu. Kasus Ibu Musa memperlihatkan bahwa wanita memang berbeda dalam sejumlah aspek, namun di sisi lain wanita juga bisa universal terhadap masalah tertentu.”


Tahun 1959, awal-awal Indonesia merdeka, Indonesia memiliki duta besar perempuan yang pertama, dilantik Presiden Soekarno menjadi Dubes di Belgia, namanya Leili Roesad. Perempuan Muslim berbaju kebaya. 



Pelantikannya sebagai duta besar pada tahun itu menjadi berita besar di Belgia. Dan di negara yang penduduknya mayoritas Muslim seperti Arab Saudi dan Malaysia diperbincangkan, seolah-olah, “mengapa Soekarno mengangkat perempuan jadi duta besar?".



Era itu, posisi politik perempuan tidak begitu ramah, apalagi di negara-negara Muslim. Soekarno memperkenalkan Leili Rusad. Masyarakat Indonesia mendukung keputusan Soekarno. Tidak ada yang marah. Ia dilantik. Perjalanan sejarah mengalir. Indonesia sejak awal berdirinya sudah maju. Pemahaman masyarakat tentang keislaman sudah hebat. Semoga tetap demikian adanya. 



#DearDifaa. 


No comments:

FREE WORLDWIDE SHIPPING

BUY ONLINE - PICK UP AT STORE

ONLINE BOOKING SERVICE