Warung bi Eem di tahun 2018 masih berdiri, tidak seperti yang diceritakan Milea. Pak Dilan yang sudah menjadi guru masih sering tongkrong di warung bi Eem. Meskipun sudah tidak ada lagi Piyan, Anhar, Akew dan lain-lain di sana. Nah yang menjadi teman tongkrongnya tentu saja muridnya sendiri. Suatu saat ketika sedang asik tongkrong, bal bel bal bel fiuuuh bersama murid-murid. Pak Dilan melihat dari kejauhan guru BK perempuan menghampiri ke warung Bi Eem.
Dilan panik. Dilan tahu isi kepala Ibu guru BK menghampiri warung Bi Eem pasti untuk inspeksi murid yang sedang tongkrong di sana. Ini bukan perkara mudah atau sulit bagi Dilan mengelak memberi pengertian kepada ibu guru BK bahwa dia tidak sedang mengajari anak didiknya merokok. Dilan tentu saja bisa melawan kepada guru BK seperti dulu dia melawan pak Suripto. Dilan berpikir keras.
Akhirnya Dilan memberi aba-aba kepada murid-murid yang di sana untuk segera kabur menyelamatkan diri ke dalam pekarangan Bi Eem. Dan sialnya Dilan yang rokoknya masih panjang juga ikut serta dalam pelarian panjang ke belakang pekarangan Bi Eem.
Di pekarangan, sudah ada geng murid kelas 1 yang juga sedang rokokan di sana. Serta merta murid kelas 1 yang belum mengenal kepribadian pak Dilan sangat kaget. Gerombolan Murid kelas 1 membuang rokoknya. Pak Dilan tersenyum melihat kelakuan murid kelas 1. Dan tertawa sendiri menyadari tingkahnya yang ikut lari ke pekarangan.
Dilan ngomong kepada anak kelas 1, "Aku beh lagi wedi diudag BK gara-gara ngrokok. Kowe malah kewedinen karo aku...
#DilandaRokok
Ini Dilan versi Aziz Baiq
No comments:
Post a Comment