Hanya karena aku mendengar lelaki yang berdaham. Tiba-tiba mengguncang pori-pori rindu. Dia hampir mirip dengan bapakku. Rambutnya yang putih nyaris botak. Hidungnya yang mancung. Perawakannya pendek. Caranya mengenakan sepatu. Kumis yang sebagian memutih. Sampai tertawa terbahak yang membuatnya jadi tampak lebih muda.
.
.
Saat-saat tertentu, aku jauh lebih bodoh dari biasanya. Aku yang bukan pecinta burung, mengitari keliling pasar burung. berharap menemukan warna dan suara Jalak yang dulu dipelihara bapak. Tentu saja itu hanya untuk menuntaskan hasrat yang ambigu. Aku benar-benar merindu.
.
.
Dan siang tadi, dengan alasan yang tidak jelas, aku memutuskan membawa diriku menelusuri lorong-lorong itu.
#hariAyah
No comments:
Post a Comment