#DearDifa
#DearHilwa
Saya selalu takjub dengan cara Allah mengasihani saya yang malang. Sebagaimana saya merasa sangat senang ketika suasana pagi hari, Allah selalu menghadiahi saya pagi, lagi dan lagi.
Contohnya adalah kalian berdua, #DearDifa lahir di bulan April 7 tahun yg silam. Bulan yang kata Syaikhona Maimun Zubair adalah bulan Robi' yang artinya bulan keempat. Konon, bulan ini adalah bulan Rasul Muhammad dilahirkan. Segala tonggak kehidupan tahun ini ditentukan, apakah akan kaya atau miskin. Akan mempunyai uang atau tidak. Ditentukan oleh Allah di bulan ini.
Jika di bulan ini mempunyai uang, maka setahun mendatang akan dicukupkan oleh Allah kebutuhannya, itu yang ngendika adalah Mbah Mun. Tidak ada dalam literasi hadis atau kitab manapun. Tentu bisa diverifikasi oleh siapa saja.
Apakah seorang pekerja yang mendapatkan gaji tiap bulannya juga termasuk pemegang uang di Bulan April? Tanya seorang kawan, iya jawab saya. Tapi gaji itu seberapa lama bertahan ia pegang. Modern ini, banyak gaji pekerja yang “hanya lewat” saja.
April itu tentang keberkahan.
#DearHilwa lahir di bulan Juli. Bulan kebangkitan. Terdapat sejarah besar di Nahdlatul Ulama. Juli di tahun 1952, NU mendirikan partai sendiri dengan memisahkan diri dari Masyumi. Meskipun historiografi khitoh dan politik NU banyak sekali perdebatan. Akan tetapi Juli bagiku adalah bulan tonggak kebangkitan. Kebangkitan bagi santri atas berbagai keterpurukan.
Juli itu tentang kebangkitan.
Tapi di atas semua itu, saya merasa sangat bahagia dan bersyukur. Melihat keajaiban-keajaiban April Juli di depan mata saya. Keajaiban proses tumbuh kembang dua bayi orok yang merah darah, kini sudah berlari ke sana kemari.
Keberkahan April. Kebangkitan Juli.
#DearDifa
#DearHilwa
No comments:
Post a Comment