Saya punya Betet. Burung paruh bengkok. Bertubuh besar. Lebih besar dari Lovebird. Di komunitas Betet, burung ini bisa dilatih berbicara. Para pelatih secara tidak langsung menggunakan teori linguistik behavior. Betet yang saya punya bukan Betet bahasa. Ia fokus sebagai penerbang. Terbang tinggi. Jika dipanggil, ia kembali lagi ke tangan pelatihnya. Persis seperti burung merpati jantan jika di klepek-klepek merpati betina.
Betet saya ini asli Jawa. Endemik dari Jawa. Berasal dari pegunungan Merapi Kabupaten Magelang. Di komunitas free fly, Betet merupakan Burung yang mempunyai harga lumayan. Karena kecerdasannya. Komunikasinya dengan manusia. Dan segala indikator menunjukkan Betet ini luar biasa. Meskipun tidak sekeren Macaw atau Parkit dan Nuri. Betet tetap masuk dalam radar burung yang dicari dalam komunitas ini.
Betet Jawa mempunyai saudara dekat. Hampir mirip. Namanya Betet Enggano. Enggano lebih besar dari Betet Jawa. Ekornya juga lebih panjang. Lebih cantik. Berasal dari Pulau Enggano. Provinsi Bengkulu. Salah satu pulau terluar dari Pulau Sumatera. Berjarak 151 kilometer. Ditempuh kurang lebih 12 Jam perjalanan dengan kapal.
Namun, kecantikan Betet Enggano sepertinya tidak akan mempengaruhi kondisi Pulau Enggano saat ini. Pulau ini terisolasi lebih dari 5 bulan. Disebabkan oleh pendangkalan parah di Pelabuhan Pulau Baai, Bengkulu. Menghambat akses transportasi laut ke pulau tersebut. Kondisi ini berdampak pada berbagai aspek kehidupan masyarakat di sana. Ekonomi, akses layanan dasar : pendidikan dan kesehatan, serta kesediaan pangan.
Regulasi negara kita sudah ditetapkan, melalui Inpres. Namun belum juga solusi itu keluar. Data Litbang Kompas tahun 2023 jumlah penduduk pulau ini sekitar 4000 an, terdiri dari 5 desa.
Enggano tentu saja lebih kaya alamnya. Penduduknya luar biasa. Bertahun-tahun tinggal di pulau terluar Sumatera. Bahkan beratus-ratus tahun dikelilingi samudra Hindia. Ia tetap eksotis. Sesekali Betet Enggano terbang menampakkan diri.
Mereka akan lebih kuat lagi, Do'a kami bersama mereka yang selalu terdampak dari apapun itu kebijakan dan kekuasaan yang tidak berpihak. Sebagaimana malam ini, malam 10 Asyura. Kesyahidan Husain dalam tanah Karbala.
No comments:
Post a Comment