Kisah cinta ini aku ambil dari buku ajar bahasa Arab. Tema Al hayatu Az zaujia, kehidupan rumah tangga. Sebenarnya lebih mengena jika diceritakan dengan bahasa aslinya. Tapi akan aku coba untuk bercerita:
Syahdan, ada seorang lelaki yang sangat tampan, ia mencintai bunga desa. Bunga desa ternyata juga memendam perasaan yang sama. Singkat cerita akhirnya mereka menikah. Mereka berbahagia.
Suatu hari, sang bunga desa mengalami sakit kulit. Hingga berubahlah wajah cantiknya menjadi jelek. Dihari yang sama, sang suami tiba-tiba buta. Mereka melangsungkan kehidupan rumah tangga selama 40 tahun dengan tetap berbahagia dan bergembira: mereka berinteraksi dengan saling mencintai dan saling memuliakan.
Hingga datanglah hari kematian sang istri. Sang suami sangat terpukul dan sangat bersedih hati. Di maqbaroh, setelah prosesi pemakaman selasai. Datanglah waktu ketika para pelayat pulang meninggalkan kuburan. Sang suami berdiri. Dari arah belakang terdengar suara menyapanya.
"Hendak kemana, Wahai Fulan?"
"Saya mau pulang ke rumah"
"Mari saya antarkan ke rumahmu"
"Tidak usah, Terimakasih"
"Bagaimana mungkin kamu tahu arah jalan pulang, sedang engkau buta".
"Saya tidak buta!!! Sesungguhnya saya pura-pura buta supaya saya tidak menyakiti hati istri saya".
Sang suami sesungguhnya tahu, waktu itu wajah istrinya menjadi jelek, maka dia memilih untuk pura-pura menjadi buta selama 40 tahun. Sehingga dia tidak menyakiti hati istrinya. Suami-istri saling mencintai, mengasihi dengan penuh kedalaman.
4 comments:
Jos
Mantapp pak.. 😎
Terimaksih sudah mampir
Terimaksih sudah mampir
Post a Comment