Search This Blog

Suwungs

Tentang aku

My photo
Yogyakarta, DIY, Indonesia
Lelaki kelahiran Tegal, yang percaya bahwa hujan selalu menawarkan berbagai keromantisan

Search This Blog

AZIZ MUZAYIN. Powered by Blogger.

Terbaru

Sebasa.

 #DearDHA “Sekolah yang pinter, Nak. Biar kelak enggak jadi polisi.” banyak komentar dari kita di sosial media seperti itu. Kemarahan publik...

Translate

Saturday, 29 February 2020

Salam Cinta dari Surabaya

#DearDifa

Konon kemapanan mematikan kreatifitas dan produktifitas dalam berkarya [Dalam menulis misalnya]. Tentu saja itu tidak bisa digeneralisasikan. Saya menulis ini saat saya di Surabaya. Ingat Surabaya ingat Dahllan Iskan. Dahlan Iskan itu tokoh Indonesia. Pernah menjadi menteri BUMN pada era presiden SBY. Juga pernah menjabat Dirut PLN. Bos Jawa Pos itu sekarang menjadi pengusaha dan keliling dunia. Dalam kemapanan dan kenyamanan kekayaan itu, dia setiap hari menulis. Setiap hari! Kadang saya mengikuti tulisannya di fanspage fesbuknya. DI'S Way.
.
.
Selain itu Emha Ainun Nadjib. Dia itu Kiai, seniman, budayawan, dan berbagai gelar yang disematkan oleh masyarakat kepadanya. Dia itu kolumnis produktif se-Indonesia! Tentu saja beliau orang kaya. Kaya akan batinnya. Kekayaan itu beliau bagi untuk para mustadhafiin dengan membesarkan hatinya rakyat miskin.
.
.
Maafkan saya, yang target awal tahun menulis satu minggu saja untukmu tidak bisa saya tunaikan. Kenyamanan semu yang fatamorgana ini kadang menggangu saya. Semoga saya baik-baik saja. Dan Tuhan tetap mengkasihani kita.
.
.
Di Surabaya ini, ada daerah yang bernama Kremil. Kita punya novel berjudul Kremil. Novel itu saya wariskan kepadamu juga adikmu, semoga saat kau dewasa akan membacanya. Novel karya Suprapto yang berlatar waktu tahun 1950an mengkisahkan tentang cinta, kehidupan, dan sebuah perjuangan. Kremil itu daerah prostitusi. Tentu saja tokoh-tokohnya diantaranya pelacur, germo, dlsbnya. Bukan itu poinnya. Kremil bagi saya adalah karya sastra yang luar biasa. Alur dan ceritanya sangat epik. Sejak walikotanya Risma, Kremil sudah tidak ada lagi.
.
.
Kremil itu mengkisahkan tentang kisah cinta di awal tahun-tahun kemerdekaan Indonesia. Konon syarat laki-laki dicintai oleh wanita itu hanya satu; harta. Tapi tesis itu dipatahkan Ibumu. Komitmen itu kami bangun saat saya masih tidak punya apa-apa. Saat saya masih menganggur belum bekerja. Saat saya masih begitu jelata [sekarang pun masih begini-begini saja]. Saya tidak begitu yakin, keimanan seperti apa, dan madzhab teologi mana, yang dipakai Ibumu hingga dia begitu percaya padaku. Gusti Allah selalu maha ndak tega kepada kita.
.
.
#DearDifa. Saya meskipun saya pernah sedikit membaca teori feminisme, saya tidak sepenuhnya memahami perempuan. Menurutmu, kamu memilih dicintai apa mencintai? Dicantai itu objek. Sedang mencintai adalah subjek. Para pecinta itu bersifat aktif, sedang seseorang yang dicintai cenderung pasif. Saya memilih sebagai pecinta Ibumu dan kamu. Kalau kamu?

Surabaya, 1 Maret 2020

No comments:

FREE WORLDWIDE SHIPPING

BUY ONLINE - PICK UP AT STORE

ONLINE BOOKING SERVICE