“Pernah mendengar pohon nangka berbuah mangga?”
“Mboten.”
“Kalau ada, pasti geger ya, Yin.”
Beliau memanggilku Zayin.
“Njeh, leres, Cak.”
“Itulah, karena pohon tidak punya hawa nafsu, maka tidak pernah berbuah selain yang telah Allah tetapkan. Begitulah Yin, setiap manusia itu ada maksudnya dicipta oleh Allah. Masing-masing dari kalian ini punya misi hidupnya sendiri. Man ‘arafa nafsahu faqad ‘arafa Rabbahu.”
Pembicaraan pada suatu sore di penghujung Sya'ban menuju Ramadhan. Beliau stater Motor WIN, kami berboncengan keluar dari kosnya, di belakang Kampus ISI Yogya. Ikhtiar menjual lukisan, untuk sekedar makan. Penuh ketenangan, meski dalam kemiskinan. Bantul 2014 yang membekas.
No comments:
Post a Comment