Thread adalah media sosial, anak turun dari Instagram. Seperti halnya Fesbuk, ia masih di bawah Meta Platform. Pemilik dan asalnya tentu sudah tahu. Mark Zuckerberg. Fungsi thread seperti Twitter, atau X. Menjangkau setiap apa yang dihubungkan dengan keadaan sosial, pikiran pengguna.
Hari-hari ini selain fokus dalam kegiatan sehari-hari, saya banyak menyimak sosmed Thread ini daripada sosmed lain.
Peristiwa Indonesia, akhir Agustus 2025 kemarin adalah runtutan peristiwa yang melelahkan. Tragedi almarhum Affan Kurniawan dan banyak peristiwa di berbagai penjuru Indonesia, setiap detik kita disuguhi berita-berita yang mengerikan. Kelelahan sosial. Ekonomi yang tidak kunjung membaik.
Untungnya, masih banyak berita yang patut kita simak. Dari banyak tragedi itu, netizen Malaysia mengikuti perkembangan apa yang ada di Indonesia. Yang banyak dialami rakyat jelata Indonesia. Lagi-lagi saya terkesima, bahwa dibalik semua kejadian hitam itu, ada mutiara yang patut kita puja. Malaysia.
Bisa jadi selama ini, kita banyak bertengkar, banyak berebut dengan Malaysia. Kebudayaan, roasting sepakbola dan sebagainya. Tetapi justru disaat-saat seperti ini, netizen Malaysia banyak membantu Indonesia. Mereka mengubah lokasi food delivery service berada di Indonesia. Kemudian chating dengan driver platform tersebut dengan berusaha bahasa Indonesia yang bisa dipahami. Lalu mentransfer sejumlah uang untuk dibelikan makanan dan dibagikan kepada orang-orang yang dalam tragedi itu.
Bisa jadi, Indonesia-Malaysia seperti kalian, adalah kakak beradik, yang sering saling berebut ketika bermain. Saling mengejek, sampai di antara kalian menangis. Tetapi saat-saat seperti ini. Ketika Indonesia sedang sakit parah, yang memperdulikan adalah adiknya. Memberikan banyak perhatian. Saling menyayangi. Saling mengasihi. Saling memerlukan.
Itulah kenapa dik, banyak pelukan jauh yang kita dapatkan dari Malaysia hari-hari ini. Termasuk dukungan demo dari warga dan mahasiswa Malaysia di KBRI Kuala Lumpur.
Rukun, saling menyayangi, dan saling support hanya itu yang bisa saya wariskan.
Di Thread juga, saya temukan kawan lama saya, yang kontennya banyak ditanggapi oleh warga net. Baik tanggapan positif maupun negatif. Namun, kebanyakan negatif. Karena kontennya hanya itu-itu saja. Kawan lama saya itu perempuan, dia menikah dengan lelaki militer luar negeri. Pelajaran yang bisa diambil dari dia adalah. Tidak cukup belajar bahasa asing. Belajar tentang filsafat, ideologi, hukum tata negara, dan feminisme, akan membukakan kita banyak jendela-jendela dunia.
Itulah kenapa dik, dunia terlalu keras, untuk kita yang hanya mengandalkan keikhlasan.
Satu lagi sebenarnya saya temukan di Thread. Kawan saya lama lain, seorang perempuan tangguh, yang belum sepenuhnya pulih, pasca dia ditinggalkan anaknya yang sudah lama. Saya tidak bisa bercerita terlalu lama tentang kesedihan. Dia pasti akan menemukan jalan keluar.
No comments:
Post a Comment