Jika suatu hari nanti kau bersedih karena satu hal, dik, percayalah ada banyak sekali hal yang akan membuatmu tersenyum.
Dua tahun. Seakan waktu berlari. Banyak sekali momen bersamamu. kelak kau tumbuh dewasa, ayah akan merindukannya: sebuah lompatan waktu yang luar biasa. Ayah sangat menikmati. Ayah sungguh sangat mensyukuri.
Kau akan tumbuh menjadi gadis periang. Penolong sesama. Senang berbagi. Gemar mengasihi. Bertoleransi. Kepada siapa saja yang membutuhkanmu, kau akan siap selalu.
Hari ini ibumu memasak kecil-kecilan. Nasi kuning. Kami bagikan kepada tetangga sanak famili. Sebagai rasa syukur yang sangat tinggi kepada Allah yang telah menghadirkanmu di tengah-tengah kami.
Dua tahun. Momen yang sangat luar biasa. Apa perlu ayah ceritakan satu persatu, dik? Baiklah. Kini kau semakin fasih melafalkan bahasa! Itu adalah hal yang sangat menggembirakan. Kau sudah mulai pandai mengaji. Surat An Nas adalah surat favoritmu, selain surat 'Alhamdu'. Kau juga pewaris HTI. Hisbu Tahlil Indonesia; Jika ayah mengucapkan "Laa Ilaha illa Allah" yang diulang-ulang, kepalamu akan bergerak ke kiri dan kanan, mengikuti alunan 'illa Allah'. Entah, dulu siapa yang mengajarkan.
Kau suka menyanyi 'Hai Tayo'. Menyanyi lagu anak-anak seusiamu: balonku ada lima, naik kereta api, kodok pinggir kali dan lain-lain. Kau, tidak seperti ayahmu yang pemalas, kau pembelajar yang hebat, dik.
Selain itu, dari kau bayi baru klower hingga sekarang, tidurmu selalu larut malam. Apakah kau kelak kau akan menjadi salik perempuan, penjaga malam, dik?
Hari ini 17 April 2019. bertepatan dengan pemilu, Indonesia berpesta. Meski ayahmu golput, kita insya Allah akan berbahagia.
No comments:
Post a Comment