Desember sebentar lagi selesai, semalam hujan, tapi langit pagi ini cerah sekali. Puluhan bintang gemintang yang menemani subuhku. Langit merah fajar menambah rasa syahdu.
Desember, letak matahari ada selatan bumi. Konon, itu yang membuat udara dingin sekali, matahari terbit dari pojok timur selatan. Ayam berkokok, sisa suara jangkrik masih berbunyi. Tapi begitulah alam raya, bergerak. Santai. Apa adanya. Mengikuti ritme-Nya.
Sementara, di belahan bumi sana, manusia, dengan segala angan dan ambisinya, ingin mengatur semua. Hatinya kemrungsung. Otaknya berfikir. Kapan semua ini akan berakhir. Manusia itu adalah aku dan mungkin kamu.
Ini soal waktu kata seseorang. Biarkan menggelinding pelan. Atau subuh ini, yg asri, yang sejuk, kau ingin rubah tiba-tiba menjadi malam yang suram? Tidak. Ini hanya soal waktu. Toh kita bukan pengendali waktu. Kita hanya pengendali kapal, karena nenek moyangku seorang pelaut.
Desember sudah hampir habis hari ini. Perlahan saja kita nikmati. Detik demi detik, jam demi jam. Spotify sudah merilis Wrapped, di sana, lagu-lagu kesukaanku muncul. Artis-artis favoritku dari nomor lima sampai nomor satu. Berdasarkan apa yang saya putar selama satu tahun.
Wrapped Desember tahun ini hampir masih sama seperti tahun-tahun sebelumnya. Lagu kesukaanku ya hanya itu-itu. Iksan Skuter, Pidi Baiq. Selain itu, ada ratusan lagu dari berbagai artis yang saya putar ternyata. Dari Arabic Indie, SKA, reggae, dan tentu saja Indonesia Indie. Dan yang mengejutkan adalah, lagu “gacuk”, sebagai senjata rahasia mumetku tidak muncul di urutan lagu favoritku.
Artinya apa, 2025 adalah tahun menyenangkan! Meskipun tidak sepenuhnya. Banyak kegagalan-kegagalan yang menyelimuti aku. Menamparku, memelukku sepanjang 2025 ini. Tapi toh Tuhan tidak mewajibkan kita untuk sukses dalam banyak hal. Tuhan hanya menyuruh kita berikhitiar. Tapi apapun itu, saya sangat berterimakasih. Bersyukur pada Dzat yang Maha Asih. RahmatNya menyelimuti segalanya. RahmanNya mem-backup semua.
Ibu yang sehat, anak-anak yang tumbuh berkembang, istri yang sabar, dan kesehatan bagi semua keluarga. Adalah sesuatu hal yang sangat penting dari segala ambisiku sebagai manusia. Saya tidak tahu, 2026 di depan sana ada apa. Tugas ku, kalo ada di depan mata, saya ikhtiari sebisanya. Saya pasrahkan pada Tuhan yang Maha Kuasa. 2026 insya Allah indah pada waktunya. Hanya urusan waktu.
No comments:
Post a Comment