Search This Blog

Suwungs

Tentang aku

My photo
Yogyakarta, DIY, Indonesia
Lelaki kelahiran Tegal, yang percaya bahwa hujan selalu menawarkan berbagai keromantisan

Search This Blog

AZIZ MUZAYIN. Powered by Blogger.

Terbaru

Sebasa.

 #DearDHA “Sekolah yang pinter, Nak. Biar kelak enggak jadi polisi.” banyak komentar dari kita di sosial media seperti itu. Kemarahan publik...

Translate

Sunday, 29 March 2020

Herd Immunity


#DearDifa

Ini hari Senin. Biasanya saya menulis #DearDifa hari Sabtu. Tapi apa pentingnya nama hari pada detik-detik ini. Semua sama saja. Segala aktifitas dilakukan dari rumah. Sudah 14 hari pelajar Indonesia belajar di rumah. Kabarnya tahun ini tidak ada UN [Ujian Nasional] untuk tingkat kelas akhir. Sebagian pekerja formalpun bekerja dari rumah. Bukan hanya di Indonesia. Kondisi yang sama juga dialami oleh banyak negara di dunia.  Kejadian yang luar biasa.
.
.
Sayangnya, tidak semua pekerjaan dilakukan dari rumah. Pekerja non formal,  abang ojek misalnya. Kalau tidak keluar rumah, tidak mungkin mereka bisa makan. Maka, jika kondisi negara dilockdown yang paling rentan secara ekonomi adalah para pekerja non formal.
.
.
Perhari kemarin [29/03], Indonesia yang postif terjangkit Cofid 19 sejumlah 1285 orang. Di negara kita, yang meninggal dan sembuh banyak yang meninggal. Saya tidak tahu persis apa penyebabnya. Yang jelas, negara kita juara 1 seluruh dunia, presentase jumlah orang meninggal.
.
.
Ada dua cara penanggulangan Cofid 19 yang sudah sukses diterapkan di negara lain. Pertama Lockdown, diterapkan di Tiongkok. Mereka sukses besar. Mata rantai penyebaran pandemik Corona terputus. Meskipun ada konsekuensi besar dari kebijakan Lockdown. Kedua tes massal. Diterapkan di Korea Selatan. Korsel membuat alat tes sendiri. Dan menerapkan tes jutaan warga negaranya. Sehingga bisa memetakan mana warga yang terjangkit, untuk segera diisolasi dan diobati.
.
.
Sampai detik ini, obat dari Cofid 19 belum ditemukan. Seluruh ilmuwan berlomba untuk meneliti. Dan di negara yang kita cinta, dua kebijakan pilihan tadi belum menjadi pilihan. Pemerintah pusat kita belum memberi aba-aba. Kecuali Pemkot Tegal yang sudah me-lockdown wilayahnya. Warga kota Tegal nyaris tidak bisa kemana-mana! Tentu ada positif dan negatif kebijakan tersebut.
.
.
Pemerintah Amerika di bawah Presiden Trump, baru-baru ini, dalam keadaan seperti ini, mengintruksikan warganya untuk tetap berliburan, tetap berkerumun, bergerombol. Dan perusahan tetap berjalan seperti biasa. Untuk mengatasi Cofid-19, Trump agaknya mempunyai cara lain;
.
.
Ternyata, selain kebijakan dua diatas [Lockdown dan Tes Massal], ada alternatif kebijakan lain, yaitu Herd Immunity. Kekebalan kelompok. Adalah keadaan ketika sebagian besar orang kebal terhadap penularan penyakit tertentu.
.
.
Herd immunity bisa tercipta dengan dua cara, salah satunya dengan menyuntikkan vaksin untuk penyakit tertentu secara masif. Ini biasa dilakukan dalam bentuk imunisasi. Semakin besar cakupan imunisasi, semakin tinggi pula herd immunity.
.
.
Cara kedua adalah dengan mekanisme alami. Herd immunity diupayakan dengan membiarkan virus menginfeksi seluruh atau sebagian besar orang. Ini dilakukan ketika virus tertentu belum ditemukan atau sedang diupayakan vaksinnya.
.
.
Tentu saja, herd immunity pada COVID-19 hanya dapat dilakukan dengan cara kedua, karena sampai saat ini vaksinnya belum ditemukan. Masalahnya, mengupayakan cara ini, sama saja bunuh diri massal.
.
.
Tapi begitulah sistem Kapitalisme yang dianut Amerika. Amerika sebagai negara besar dan maju adalah karena sistem kapitalisnya. Perusahaan-perusahaan dibiarkan bersaing. Yang kuat yang menang. Yang hebat yang bertahan. Yang ecek-ecek yang akan tumbang. Begitu juga Herd Immunty. Yang kuat menahan virus yang akan hidup. Yang lemah yang akan mati! Para Lansia, kekebalannya sudah menurun yang akan banyak korban. Juga balita sepertimu, yang imunnya belum terbentuk secara sempurna, juga sangat beresiko.
.
.
Dalam situasi dunia yang kacau balau, kita beruntung masih bisa bergembira menonton Upin Ipin, salah satu kartun kesukaanmu. Salah satu tokoh dalam Upin Ipin adalah Uncle Muhto. Uncle Muhto mempunyai bisnis kedai di Kampung Durian Runtuh. Dia ingin berinofasi dengan dagangannya. Salah satunya adalah menambah menu makanan berupa Ayam Panggang. Di Kampung Durian Runtuh,  yang mampu memasak Ayam Panggang dengan cita rasa dahsyat hanya Opah seorang. Maka, dia meminta Opah untuk memasak setiap hari untuk dihidangkan sebagai menu andalan di Kedai Uncle Mutho. Sayangnya, cara berfikir Opah itu tidak kapitalsitik, yang memanfaatkan keadaan dan skil yang ia punya untuk meraup keuntungan besar. Opah hanya akan memasak Ayam Panggang setiap hari cuma dua ekor. Tidak lebih dari itu.
.
.
Jika kita cermati, kehidupan Opah sehari-hari juga biasa-biasa saja. Opah selaku kepala keluarga tidak bekerja sebagai orang kantoran. Kak Ros (Kakak dari Upin Ipin) pun sama, dia hanya pelajar, yang sesekali mendapatkan honor dari ia membuat komik ‘Kembara Kembar Nakal’. Sesekali kita lihat, Opah sedang berkebun di kebun samping rumah. Sangat sederhana. Tidak sepeerti Kapitalistik yang megah dan pongah. Sebentar lagi system itu akan hancur dengan sendirinya. Lalu apa langkah pemerintah Indonesia? Sulit menjelaskannya untukmu.
.
.
Hari minggu kemarin kita tidak kemana-mana. Dan memang kita jarang kemana-mana. Sesekali kita memang pernah ke Balaikota Tegal. Biasanya kamu ingin naik odong-odong kereta yang berputar-putar itu. Sekarang kota Tegal Lockdown, tentu saja balaikota saat minggu pagi juga sepi. Mungkin balaikota, jika semua ini sudah berakhir, akan menjadi daftar tempat yang harus kita kunjungi. Menyaksikanmu berbahagia menaiki odong-odong kereta. Berputar-putar. Seperti hidup yang hanya seperti ini saja, terus berputar.

Tegal, 30 Maret 2020

No comments:

FREE WORLDWIDE SHIPPING

BUY ONLINE - PICK UP AT STORE

ONLINE BOOKING SERVICE