Ingatanku kategori ingatan pendek. Untuk mensiasati hal ini kadang aku menulis catatan-catatan acara penting dalam memo handphone. Selain ingatan yang pendek, keburukanku adalah berubah pikiran: pagi tempe, sore kedelai. Teman dekatku paham betul akan ini.
.
.
Tapi semua aku syukuri dan nikmati. Karena ada seorang teman yang lebih parah dari ingatan pendekku. Dan seorang teman yang lain ada yang lebih parah plin-plan dariku.
.
.
Catatan ini dalam rangka untuk mengingat. Aku pernah mendaftar, berjuang, dan mendambakan sebagai seorang CPNS. Jika suatu saat nanti aku mengolok-olok profesi PNS ini, aku harus tilik catatan ini. Bahwa sejujurnya aku pernah diam-diam menginkannya.
.
.
Dulu, saat-saat idealisme dijunjung tinggi. Aku sok-sokan tidak butuh duit. Pada kenyataannya, ketika kebutuhan sebagai seorang bapak mendesak, apapun aku lakukan. Pun dengan CPNS ini. Tahun 2018 adalah tahun-tahun yang melelahkan. Ketika aku dulu lolos administrasi dan mengerjakan soal, kemudian gagal. Tahun 2018 ini juga merupakan catatan panjang. Sekitar 10 daftar pertemananku banyak yang lolos CPNS. Sebuah angka yang luar biasa bagiku.
.
.
Aku pikir, menjadi seorang non CPNS itu harus kreatif. Tidak perlu menjilat untuk mendapatkan pekerjaan. Tidak usah menggonggong untuk menjadi perhatian. Hidup tidak seasu itu. Kemampuanku hanya sebatas itu. Dan semua harus aku syukuri, jalani, dan nikmati. Kadang aku menasihati diri, membesarkan hatiku sendiri. Bahwa, di manapun aku berada. Aku harus anfa'ahum linnas.
.
.
Catatan ini juga, menjadi pengingat. Bahwa ketika kelak suatu saat nanti aku menolak paham 'Dunia Tanpa Kompetisi', tanpa lomba. Catatan ini menjadi tesis dan mungkin antitesis: Aku pernah berlomba dan kalah.
.
.
Akhirnya dengan berbesar hati, aku ucapkan selamat untuk teman-temanku yang lolos. Kalian luar biasa.
No comments:
Post a Comment