#DearDifaa
Sebelum ini, Bikini Bottom belum pernah merayakan natal. Setelah Sandy si tupai yang hijrah dari Texas merayakannya. Rumah Sandy yang kedap air dihias dengan ornamen pohon dan lampu natal, Spongsbob yang melihat merasa aneh. Kemudian Sandy menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi. Sebuah hari raya besar, semua makhluk dan alam raya bergembira. Penuh suka cita. Natal.
.
.
Suatu hal yang kental dengan nuansa natal, adalah kedatangan Santa yang memberi hadiah kepada anak-anak yang baik dan saleh. Sandy juga menjelaskan itu kepada Spongsbob. Kita semua tahu, Spongsbob itu sangat lugu. Dan ia langsung percaya begitu saja.
.
.
Sepulang dari rumah Sandy, Spongsbob menyebarkan kisah natal dan Santa dengan hadiahnya ke seluruh penduduk Bikini Bottom. Semua wargapun percaya dengan kisah Spongsbob. Mereka menghiasi rumah-rumah mereka dengan ornamen khas natal. Semua warga Bikini Bottom berbahagia menyambut natal, kecuali Squidward. Dia sama sekali tidak percaya apa itu Santa dan hadiah-hadiahnya. Dia golongan kafir. Atau mungkin agnostik.
.
.
Saat semua warga berkumpul di malam dingin penuh salju untuk menyambut kedatangan Santa. Squidward tertawa menghina. Dia berkata, bahwa Santa itu hanya dongeng belaka. Namun, warga masih yakin dengan cerita yang dibawa Spongsbob, mereka bernyanyi-nyanyi khas gereja.
.
.
Sampai larut malam, mereka terus bernyanyi dan berharap. Namun Santa tak kunjung tiba. Sampai pagi masih ada yang nyanyi, hingga tenggorokan mereka kering. Dan bibir mereka ndower. Mereka akhirnya bubar. Mereka kecewa dengan cerita Spongsbob. Spongsbob pembohong besar.
.
.
Mata Spongsbob sembab setelah menangisi nasibnya, ternyata Santa itu memang benar tidak nyata. Saat down itu lah Squidward mendatangi Spongsbob dengan nanar mata menghina serta mulut tertawa. Spongsbob yang sedang bersedih, memberikan sebungkus kado untuk Squidward. Mulanya, Squidward tidak bergeming, itu hanya kado biasa. Mungkin saja bekas celana dalamnya. Setelah dibuka, ternyata isi kado tersebut adalah Klarinet, alat musik kesukaan Squidward. Klarinet itu terbuat dari jenis kayu yang sudah hampir punah. Bahkan di sisi tengah Klarinet itu terukir nama "Squidward".
.
.
Squidward tentu saja sangat gembira. Namun ia tidak bisa melihat pria kecil malang yang menjadi tetangganya itu terus bersedih. Akhirnya Squidward memutuskan untuk menyamar menjadi Santa. Dalam rangka membuat Spongsbob bahagia.
.
.
Squidward lengkap dengan jenggot putih tebal dan topi merah putih serta kostum Santa siap membuat Spongsbob gembira. Spongsbob yang mengira bahwa itu adalah Santa beneran mulanya menggandeng anak kecil untuk meminta hadiah ke Santa. Squidward si Santa palsu itu bingung, dia tidak punya kado apa-apa. Dia masuk kedalam rumahnya. Menimbang apakah ada barang yang pas untuk hadiah anak kecil. Dia menemukan sisir rambut. Dia hadiahi anak itu. Anak tersebut menerima dan pulang dengan gembira. Tentu saja Spongsbob juga sangat bahagia. Ia berterimakasih pada Santa yang telah membawa natal ke Bikini Bottom.
.
.
Ternyata tidak sampai di sana. Warga yang semalam berkumpul dan menyanyi ternyata kini sudah antri. Mereka juga menginkan hadiah juga dari Santa. Maka seluruh perabotan rumah Squidward ludes dibagi-bagi sebagai hadiah. Sofa, meja, kursi, piano, dan lain-lain tidak tersisa sama sekali. Squidward marah kepada dirinya sendiri. Betapa bodohnya dia. Hanya karena Spongsbob dia melakukan hal yang paling bodoh.
.
.
Saat marah-marah itulah, seseorang mengetok pintu rumah Squidward. Dia berkata dengan nada marah, "Silahkan bawa pintu itu, hanya itu yang tersisa". Namun setelah dibuka. Ternyata itu adalah Santa asli. Seorang pak tua dengan Rusa terbangnya, "Terimakasih Squidward, telah membawa natal ke Bikini Bottom". Squidward yang agnostik, kini ia benar-benar beriman.
****
Selamat natal untuk teman-temanku yang merayakannya. Damai selalu.
No comments:
Post a Comment